Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kalimantan

Alaq Tau

Sebuah ritual yang dilakukan warga Dayak Kenyah di Samarinda, Kalimantan Timur sebelum memulai masa tanam padi. Tradisi ini bertujuan untuk memohon petunjuk kepada Sang Pencipta dalam memilih waktu yang tepat untuk menanam padi. Ritual diawali pembacaan doa yang dilakukan tetua adat. Waktu yang tepat biasanya didasarkan pada bentuk koordinat tertentu dari matahari yang dibaca tetua adat. Kemudian, ritual ini dilanjutkan dengan sejumlah tarian yang berhubungan dengan kehidupan agraris warga seperti tari pangpagaq; tari udoq aban; dan tari anyam tali. Tari pangpagaq adalah tarian yang menggambarkan upaya menangkap binatang yang masuk ke areal pertanian, gerakannya melompat-lompat di antara kayu dengan rentak teratur seperti hendak menjebak binatang. Sedangkan tari udoq aban atau tarian topeng dimaksudkan untuk mengusir roh jahat dan hama padi menjelang musim panen tiba. Rangkaian tarian ditutup dengan tari anyam tali yang menggambarkan persatuan warga. Sumber : melayuonline....

Bahasa Banjar

Bahasa Banjar yang digunakan hampir seluruh penduduk Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) hingga saat ini banyak dipengaruhi bahasa Melayu dan bahasa Dayak sebagai bahasa asli penduduk Pulau Kalimantan. Pengaruh bahasa Melayu dan bahasa Dayak itu kalau ditinjau dari segi fonologi maupun morfologi, maka bahasa Banjar digolongkan pada dua karakter lingua, kata pemerhati bahasa Banjar Mukhlis Maman, di Banjarmasin, Kamis (28/2). Kedua karakter lingua itu yakni bahasa Banjar hulu dan bahasa Banjar kuala atau muara. Mukhlis Maman yang juga seorang seminam komedian bahasa Banjar berkesempatan berbicara dengan tema Bahasa Banjar dalam Media Tradisional pada acara penyuluhan bahasa Banjar untuk kalangan pelajar dalam rangka peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional 2008 di Banjarmasin. Berdasarkan fonologi, bahasa Banjar hulu hanya mengenal tiga huruf vokal yaitu; a, i, u. Sedangkan bahasa Banjar kuala terdapat enam huruf vokal yaitu; a, i, u, e, o, dan e. Morfologi bahasa Banjar hu...

Isen Mulang

Isen Mulang merupakan kata yang diambil dari teks sebenarnya yang bertuliskan “ Isen Mulang Pantang Mundur Dia Tende Nyamah Nggetu Hinting Bunu Panjang ”. Kata Isen Mulang sangat dikenal di Kalimantan Tengah, bahkan terkandung pula pada Lambang/ Simbol/ Logo Provinsi Kalimantan Tengah. Secara sederhana kata “Isen Mulang” dapat diartikan sebagai semangat Pantang Mundur. Kata-kata Isen Mulang merupakan Bahasa Sangiang yakni Bahasa Dayak yang tertua di Kalimantan Tengah (Kalteng) . Bahasa Sangiang ini hingga sekarang masih banyak digunakan oleh Suku Dayak yang beragama Kaharingan untuk melakukan ritual keagamaan dan komunikasi dengan yang maha kuasa. Kata Isen Mulang merupakan simbol semangat juang masyarakat Kalteng untuk membangun daerah, khususnya Kalimantan Tengah tanpa henti-hentinya sampai tutup usia atau titik darah terakhir.